Dugaan Kesaksian Palsu Yang Dilakukan Lurah Dan Kepala Lingkungan Segala Minder Terancam Pidana 242 KUHP


Digitalnewsindo.com(Bndar Lampung )–Jumat (09/04/2021)-Dugaan tindak pidana Kesaksian Palsu di Bawah Sumpah yang dilakukan oleh pejabat publik yakni oknum-oknum yang diketahui menjabat sebagai Lurah dan Kepala Lingkungan Segala Mider Bandar Lampung.
Terduga YLR selaku Lurah Segala Mider dan MHH selaku Kepala Lingkungan, diduga memberikan kesaksian palsu di bawah sumpah atas dugaan 242 KUHP yang dilakukan di depan pengadilan pada saat proses sidang sebagai saksi di pengadilan Negeri Tanjung Karang berdasarkan putusan Verstek No. 186/Pdt.G/2019/pn Tjk. Dalam putusan tersebut Sdr YLR mengatakan,
“Saksi pernah diundang oleh BPN Pada saat turun ke lapangan karena untuk mengetahui lokasinya dan tidak ada berita acara dari BPN yang diserahkan kesaksi pada saat turun kelapangan untuk melihat objek lokasi dan saksi tidak ada tanda tangan pada saat mengecek objek sengketa tersebut”
Pada faktanya, menurut pengakuan Panji selaku Pengacara yang ditunjuk untuk memnyelesaikan kasus ini mengatakan bahwa, terdapat berita acara dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) Tertanda tangan saudara YLR, dalam Putusan tersebut saudara MHH mengatakan:
“Siti Rohani adalah istri dari Soedibyo”
Pada faktanya, istri Pak Soedibyo adalah Liesna Soedibyo. Kemudian atas dugaan tindak pidana tersebut Lawfirm EHM & Partner yang diwakilkan oleh Pengacara Panji Aji Prakoso,S.H. dan Rifqi Masyhuri Dinata,S.H. untuk dan atas nama klien Ibnu Yurin,S.E. melaporkan ke Polres Kota Bandar Lampung dengan STBL terlampir.
Atas tindakan kesaksian palsu tersebut, saudara Ibnu Yurin mengalami kerugian moril, karena putusan VERSTEK tersebut mengabulkan secara sebagian gugatan penggugat atas nama Damsi Asmara. Kemudian pada 2020 sekitar bulan September Ibnu Yurin baru mengetahui dirinya telah digugat oleh penggugat yang dikuasakan kepada Pengacara Ahmad Handoka,S.H.
Kemudian Ibnu Yurin,S.E. menguasakan ke Lawfirm EHM & Partner untuk melakukan gugatan perlawanan atas putusan VERSTEK dengan gugatan VERZET (Gugatan perlawanan). Setelah melalui beberapa proses hukum, akhirnya hakim memenangkan Gugatan Perlawanan tersebut, dan saat ini Pihak Damsi Asmara sedang mengupayakan upaya hukum banding yang dikuasakan kepada pengacara Sopian Sitepu.
Panji menerangkan bahwa pihaknya ingin memberikan efek jera terhadap terlapor karena selaku pejabat publik harusnya dapat memberikan informasi yang benar dan akurat.
“Harapan kami sebagai pelapor adanya efek jera terhadap terlapor karena selaku Lurah dan Kepala Lingkungan harus memberikan informasi yang benar dan tidak menyesatkan,” ujar Panji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *