Ust Abdul Muis Eks Napiter Poso Menyurutkan Dengan Mengangkat Tema,"Stop Radikalisme,Terorisme dan Intoleran Jaga Negeri Kita Indonesia"


(Digitalindonesianews.com)-(31 Januari 2021)-Berlangsung kegiatan tauziah/kajian oleh Ust. Abdul Muis Eks Napiter Poso di Majelis As-Sadariyah Jl. Pisangan baru II no. 276 Rt11 Rw 07 Matraman Jakarta Timur yang diikuti oleh 20 orang Jamaah, dengan mengangkat tema,”stop radikalisme,terorisme dan intoleran jaga negeri kita indonesia”.
Tauziah ini dihadiri oleh Eks Napiter Afganistan, Eks Napiter Poso dan Eks Napiter Bom Bali 1:
a. Ust. Abdul Muis Eks Napiter Poso
b. Ust. Abdul Kohar Eks AFGANISTAN
c. Ust. Abu Jibril Eks Afganistan,
Hadir pula para Tokoh Agama Setempat antara lain :
a. Ust. Maskur
b. Ust. Sulis
c. Ust. Abdul Rahman
d. Ust. Ridwan
Dengan kata sambutan oleh Ust. Abdul Kohar yang mengatakan, “Kami berterimakasih atas kedatangan para jamaah atas Majelis Ilmu disini,kami sampaikan bahwa marilah kita jaga bareng bareng keamanan Negeri kita dari pemikiran yang Radikal, Terorisme dan Intoleran yuk sekali lagi kita jaga Keamanan Negeri kita.” Tuturnya.
Allah tidak mengatakan:“Kekalahan itu akibat pasukan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar dan lebih kuat”.Tapi akibat kesalahan kalian sendiri.
Dan yang ketiga, adalah perang Hunain. Dalam perang ini umat Islam jumlahnya ternyata 3x lipat lebih besar dari pasukan musuh. Namun kaum muslimin kalah di putaran pertama, akibat merasa bangga dengan jumlah yang banyak. Allah Ta’ala berfirman:
Sesungguhnya Allah telah menolongmu di tempat tempat yang banyak dan di hari perang Hunain. Ingatlah di saat itu kalian merasa ujub dengan jumlah yang banyak, padahal jumlah yang banyak itu tidak bermanfaat sedikitpun untuk kalian dan menjadi sempitlah bumi yang luas itu bagi kalian dan kalianpun lari ke belakang.(QS. At Taubah: 25)
Merasa ujub dengan jumlah yang banyak ternyata sebab kekalahan kaum muslimin di perang Hunain.
Itulah beberapa peristiwa perang yang disebutkan di dalam Al-Quran. Tentu dalam peristiwa tersebut dapat kita ambil hikmah di dalamnya, dan semoga itu bisa menjadi pelajaran bagi kita semua di kemudian hari.
Dalam Keamanan juga sangat erat hubungannya dengan keimanan. Ketika keimanan lenyap, niscaya keamanan akan tergoncang. Dua unsur ini saling mendukung. Allah berfirman.
“Artinya : Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan dengan kezhaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapatkan keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk” [Al-An’am : 82]
Allah memberikan jaminan kepada orang yang mengimani bahwa Allah adalah Rabbnya. Islam adalah agamanya dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah nabiNya. ; Allah memberikan jaminan akan memelihara keamanan serta keimanannya dan menetapkan hidayah baginya. Mereka itulah, insan-insan yang memperoleh keamanan serta mendapatkan hidayah dariNya.
Secara eksplisit, beliau mendahulukan permohonan keamanan daripada permohonan rizki. Dari sini kita pahami betapa mahal nilai keamanan.
Orang-orang yang meneriakan slogan untuk mewujudkan keamanan tanpa mengusung nilai-nilai Islam, tidak akan berhasil. Stabilitas keamanan hanya akan tercipta dengan kembali ke syari’at Islam, menegakkan hukum-hukum Islam dan mengaplikasikan etika Nabi.
Jadi, cara penting yang harus ditempuh dalam menciptakan keamanan, (ialah dengan) menyebarkan dakwah menuju aqidah yang benar kepada umat manusia dan membasmi kesyirikan, besar maupun kecil. Dengan inilah akan tercapai janji Allah. Allah tidak mengingkari janjiNya.
Keamanan dikumandangkan setiap individu, masyarakat dan negara. Sebab kehidupan mereka tidak akan normal, kecuali dengan terciptanya stabilitas kemanan.
Jadi para jamaah marilah kita jaga keamanan Negeri ini jangan sampai kita terbawa kepada pemikiran yang radikal, Terorisme dan intoleran. Seperti yg saya katakan tadi keamanan dan iman lebih penting.Acara dilanjutkan dengan pemberian santunan anak yatim piatu dan ramah tamah serta makan bersama.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 23.00 wib. Kegiatan selesai dengan situasi kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *