Sambal Bawang Merek Chilia, Menawarkan Jenis Sambal Kering yang Dirintis Mak’ Endang

Jakarta–  Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sambal telah menghasilkan beragam varian sambal dengan cita rasa khas berbeda, yang saat ini sudah banyak diproduksi secara masal dengan mengusung konsep cita rasa “sambal rumahan” yang di kemas secara praktis dan higines menggunakan toples plastik.

Produk sambal pada umumnya memiliki tipe basah, semakin berkembangnya zaman muncul kreasi baru dengan tipe kering bertekstur renyah yang saat ini sudah mulai  banyak diproduksi pengusaha UMKM di Indonesia.

Seperti halnya sambal bawang merek Chilia, menawarkan jenis sambal kering yang dirintis Mak’ Endang sejak akhir 2017 tahun lalu berlokasi di Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah.

” Sebelumnya merek sambal ini bernama (label) Mak’ Endang. Karena pada saat (mendaftarkan nama label) di Ditjen HKI ada penamaan yang hampir sama. Pada akhirnya mengganti merek yaitu Chilia,” kata Mak’ Endang saat ditemui awak media melalui pameran Asian Agriculture and Food Forum,
(ASAFF) di Jakarta Convention Center, Jakarta Selatan, Jumat  (13/03/2020).

Ia menjelaskan, mengapa dulunya menggunakan nama Mak’ Endang?. Kata Mak’ sendiri berasal dari panggilan untuk ibundanya, hal ini dilakukan karena menghargai jasanya yang telah menurunkan resep keluarga ‘sambal kering’. Kemudian kata Endang diambil dari namanya sendiri.

Dalam proses produk sambal Chilia selama ini sangat didukung dari pemerintah daerah maupun pusat melalui Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, maupun Dinas Koperasi dan UKM  dalam bentuk mesin produksi sampai dengan legalitas label usaha.

Sambal Chilia, menghasilkan kualitas terbaik, karena di proses dari bahan baku utama yang segar mengunakan cabe dan bawang yang didapatkan langsung dari petani di Jawa Tengah, diolah secara khusus tanpa menggunakan MSG dan tanpa bahan pengawet, yang pastinya sudah bersertifikasi halal.

“Ada empat varian rasa yaitu original, teri, cumi, dan udang,” ujar Mak’ Endang.

Harga yang ditawarkan sangat affordable yaitu Rp25.000 / botol. Untuk pemasarannya saat ini konsumen sudah bisa mendapatkan sambal Chilia melalui jaringan toko ritel modern Trans Mart di seluruh wilayah Jawa Tengah. Selain itu Mak’ Endang juga menggunakan jalur pemasaran melalui reseller maupun market place.

Dengan mengikuti ajang pameran ASAFF 2020, Mak’ Endang berharap usaha UMKM dengan merek Chilia ini dapat bertemu buyyer agar pangsa pasarnya makin luas sampai seluruh Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, kedepannya dalam waktu dekat sambal Chilia akan meluncurkan varian baru yang menggunakan bahan baku daun kelor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *