Diskriminasi Penegakan Hukum di Sulawesi Selatan Khususya di Indonesia Pada Umumnya

Digitanewsindo.com

Makassar,25 Oktober 2017-Persoalan hukum di Sulawesi selatan nyaris pupus,hanya tajam kebawah tumpul keatas, patut diduga hukum diperjual belikan. soal hukum dan keadilan,tidak ada untuk rakyat kecil hanya untuk orang-orang tertentu.

Yang lebih celakanya lagi bahkan advokat yang menjalankan profesinya membela rakyat kecil terzolimi,malah dilaporkan ke pihak yang berwajib.Sempurnahlah sudah,persoalan hukum di Sulawesi-selatan,ada korban yang sudah mengampuni pelaku sesuai konsep”Restorative justice” justru dipaksakan jadi tersangaka.

Menurut keterangan korban kepada pengacara Muhammad Yahya Rasyid SH,MH,malah dengan terang-terangan kasat reserse umum Polres tabes Makassar (M.N) dan penyidik perkaranya mengakui bahwa TR(inisial) interpensi dari Polda sulawesi selatan,menurutnya penyidik pun mengatakan bahwa kasuas klien pengacara Muhammad Yahya Rasyid,SH.MK (nama inisial), sebenarnya tidak ada jalanya untuk ditersangkakan hanya disiapkan dan dicarikan jalan agar tersangka dan kentalnya interpensi dari kekuatan besar dan permufakatan jahat.

“Saya menegaskan akan berusaha membantu aparat untuk mengungkap seluruh kasus yang dipeti ES kan,termasuk diantaranya kasus tanah terminal di Kabupaten Pangkep ,AN yang sudah menelan waktu puluhan tahun, dan sampai sampai saat ini tidak jelas setatus hukumnya diambangkan.” tegas Muh.Yahya Rasyd,SH,MH selaku pengacara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *